Posted by mulyo.wiharto in 01/05/2009
Belajar sambil berbisnis
Sewaktu duduk di bangku SMA, saya mulai berkenalan dengan dunia bisnis namun cara berbisnis saya seperti perilaku seorang pekerja lepas (self employed). Saya menjajakan barang dagangan berupa kebutuhan hidup sehari-hari di toko kelontong milik orang tua. Barang yang dijual adalah sabun, sikat gigi, odol, parfum, obat, gula, kopi, teh, susu, dan sebagainya. Motivasi saya waktu itu adalah mengumpulkan tabungan untuk biaya kuliah di perguruan tinggi.
Setelah kuliah di perguruan tinggi, kebiasaan saya berbisnis terus tumbuh. Awalnya, saya mengambil program studi politik karena saya berniat menjadi politisi.Keadaan tahun 80-an kondisi politik sangat panas dengan banyaknya intimidasi bahkan kekerasan yang dilakukan rezim Soeharto terhadap mahasiswa dan membuat saya mengubah niat menjadi seorang pendidik.
Selama masa kuliah, saya berbisnis dengan cara menjajakan barang-barang cetakan, souvenir dan assesories kepada konsumen secara langsung. Dilain waktu, saya juga menawarkan jasa untuk mengerjakan proyek-proyek yang ditawarkan oleh teman-teman dan dosen untuk menambah penghasilan. Motivasi saya berbisnis adalah mencari penghasilan untuk menambah kiriman orang tua, sehingga mencukupi kebutuhan sehari-hari dan bisa membayar biaya kuliah.
Menjadi pekerja dan pekerja lepas
Setelah lulus dari perguruan tinggi, tempat pertama yang saya incar sebagai lahan pengabdian adalah lembaga pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Motivasi saya adalah mencari pekerjaan. Awalnya, saya diminta oleh Profesor Tilaar untuk menjadi dosen di almamater saya, salah satu PTN di Jakarta, karena saya menjadi lulusan terbaik.
Pada waktu itu ada kebijakan zero growth yang mengharuskan saya menunggu hingga ada dosen yang pensiun dahulu untuk bisa masuk sebagai dosen PTN dan saya tidak sabar menunggu. Nasib akhirnya membawa saya menjadi dosen juga di salah satu universitas swasta di Jakarta, menjadi seorang pekerja (employee)
Sebelum menjadi dosen, jabatan saya adalah Asisten Direktur salah satu program pendidikan di sebuah institut dengan gaji yang sangat tidak memuaskan. Saya tidak menyadari bahwa menjadi seorang pekerja memang tidak dapat mengharapkan kepuasan dari gaji yang diterima. Jumlah gaji seorang pekerja sudah ditentukan oleh pimpinan atau pemilik usaha, bahkan karena pada waktu itu lembaga tempat saya kerja belum mempunyai sistem penggajian yang bagus, akibatnya gaji yang saya terima sangat kecil dibandingkan dengan teman-teman se kantor yang jenjangnya relatif sama.
Untuk menambah penghasilan, saya mengajukan permohonan untuk menjadi pengajar di lembaga pendidikan tempat saya bekerja. Saya mencoba merintis karier di lembaga pendidikan dengan menduduki berbagai jabatan yang tersedia. Setelah lembaga pendidikan tempat saya bekerja dikembangkan menjadi Akademi dan Universitas, saya diangkat sebagai Pembantu Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan di Akademi tersebut.
Perkembangan selanjutnya adalah, ketika dibentuk sebuah fakultas kesehatan, saya juga diangkat sebagai Pembantu Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, demikian pula ketika dibentuk fakultas kesehatan lainnya, saya merangkap jabatan di kedua fakultas kesehatan tersebut.
Di bidang akademik, selain menjadi dosen di Akademi dan Universitas, saya juga pernah diangkat sebagai Ketua Peminatan dan Sekretaris Jurusan. Di bidang kemahasiswaan, saya mempunyai pengalaman sebagai Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rohani Islam dan UKM Korps Sukarela PMI.
Dalam merintis dan menapaki jalur karier, saya mendapat banyak pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga, namun dari sisi finansial saya tidak mendapatkan hasil yang cukup berarti. Rumah yang saya tempati belum lunas, mobil yang saya pakai berasal dari hutang dan perabot-perabot lain yang saya miliki juga tidak seberapa.
Untuk mencapai keamanan finansial, saya mencari tambahan penghasilan dengan menyewakan mobil yang saya miliki, menjadi perantara dalam jual beli rumah dan menjadi instruktur dalam pelatihan-pelatihan manajemen. Sampai tahap ini, saya masih memposisikan diri saya sebagai karyawan dan dosen (employee) merangkap sebagai instruktur dan penjual jasa (self employed).
Merintis jadi pemilik bisnis dan investor
Saya berusaha meningkatkan motivasi saya dengan jalan merintis karier untuk menjadi pemilik usaha (business owner) dan investor guna meraih kebebasan finansial (financial freedom) sebelum menginjak usia 60 tahun. Saya berpendapat, kebebasan finansial terwujud jika saya sudah memiliki penghasilan pasif (passive income) yang mencukupi kebutuhan hidup.
Penghasilan pasif adalah penghasilan yang diperoleh secara terus menerus tanpa keharusan untuk bekerja mendapatkan uang, karena harta yang dimilikinya telah ”bekerja” menghasilkan uang untuk pemiliknya. Pada tahap ini, bekerja adalah sebagai pilihan dan bukan sebagai keharusan karena ingin mendapatkan penghasilan. Bekerja bukan untuk mendapatkan penghasilan karena penghasilan saya sudah tercukupi dari uang saya yang “bekerja” mendapatkan penghasilan pasif.
Untuk meraih kebebasan finansial dari penghasilan pasif, saya mulai merintis usaha di bidang property dengan menyediakan jasa penyewaan rumah, menyewakan tanah untuk lahan usaha, persewaan mobil dan mendirikan toko busana. Perlahan-lahan saya mencoba untuk memperbesar aset dalam bentuk tabungan di bank, deposito, emas, dan valuta asing.
Saya berusaha mengumpulkan harta produktif berupa rumah-rumah sewa. Untuk tujuan jangka panjang saya juga sedang berupaya untuk memiliki tanah yang luas sebagai lahan untuk mendirikan “mesin uang” keluarga…..
Inilah cara saya mendapatkan penghasilan pasif. Mungkinkah mimpi ini menjadi nyata? Ikuti pengalaman saya dalam mewujudkan mimpi itu ….. Simak tulisan saya di blog ini
36 Responses
1 | psycholog
18 de May de 2009 02:25
There are certainly a lot of details like that to take into consideration. That is a great point to bring up. I offer the thoughts above as general inspiration but clearly there are questions like the one you bring up where the most important thing will be working in honest good faith. I don?t know if best practices have emerged around things like that, but I am sure that your job is clearly identified as a fair game. Both boys and girls feel the impact of just a moment’s pleasure, for the rest of their lives.
2 | Abednego Kurniawan
18 de May de 2009 20:32
menurut pendapat saya motivasi dari pak mulyo sangat luar biasa. itu benar-benar menjadi contoh yang baik untuk saya, bisa memotivasi diri saya dalam dunia pekerjaan maupun dalam bisnis saya, dan untuk dapat menghasilkan uang yang banyak seperti pak mulyo dengan cara bekerja keras.
saya juga mau berhasil seperti bapak. setelah lulus kuliah yang tinggal 1 th lagi saya mau mencari duit sendiri dengan cara berbisnis,
karena motivasi adalah keadaan seseorang dalam diri individu bertingkah laku untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tujuan tertentu.
apa yang dikatakan pak mulyo sangat benar. segala perbuatan kita ditentukan oleh adanya niat untuk dapat sukses dan berhasil. supaya kita dapat menhasilkan uang yang banyak, kita harus memiliki niat dan motivasi/dorongan untuk mencapainya.
kalau kita mengikuti teladan pak mulyo, maka kita harus dapat menjaga keamanan finansial kita dengan cara mengontrol Cash Flow kita setiap hari dan Cash Flow kita harus ada Saving untuk dapat memenuhi kebutuhan yang akan datang.
demikian komentar saya dan saran saya adalah tetap fokus pada apa yang kita capai sesuai dengan niat kita untuk berhasil dan sukses
3 | Christian Pasaribu
18 de May de 2009 21:12
Salam Pak Mulyo Dosenku “Tercinta”
Pengalaman bapak sungguh luar biasa, saya telah membaca tulsan bapak.
Perkenalkan saya christian pasaribu. saya juga mahasiswa dan juga sedang melakukan bisnis mickro.
Berdasasarkan bacaan di atas, jika kita memulai usaha maka menurut saya :
1.Tanamkan pada diri anda bahwa anda mempunyai cita-cita dan jiwa berwirausaha. lakukan dengan tekad yang kuat dan juga persiapkan mental anda ketika anda medapatkan cobaan dalam berwirausaha.
2.Anda harus belajar dari orang yang gagal dalam menjalani dunia bisnis, karena jika anda anda belajar dari orang yang gagal akan dapat mengambil pelajaran mengapa dia bisa gagal dan faktor apakah yang membuat orang ini gagal dalam berwirausaha. kita analisis faktor kegagalanya dan kita simpulkan. kita buat kegagalan seseorang tersebut menjadi pedoman dalam diri kita supaya kita tidak gagal.
3.Anda harus belajar dari orang yang berhasil, karena dengan melihat orang yang berhasil dengan kekayaan dan finansial yang dia miliki itu, kita jadi ingin belajar dari orang yang berhasil tersebut. kita bisa melihat bagaimana orang tersebut menyikapi kegagalan demi kegagalan yang dia lewati, kita bisa belajar dari komitmennya dalam berbisnis dan kita bisa belajar bagaimana orang-orang berhasil tersebut mendapatkan relasi demi relasi yang menjadi mitra bisnisnya.
4.Kita harus melihat pasar dan peluang yang paling besar marketnya, karena menurut pengalaman saya banyak pelaku usaha muda hanya ikut-ikutan dalam berbisnis, sehingga imbasnya mereka akan bangkrut. mereka juga tidak berorientasi ke depan dan tidak melakukan inovasi yang baru.
5.Kita harus merancang anggaran dengan dana cadangan sebesar 25%-30% dari anggaran total untuk 6-12 bulan ke depan. anggaran sebesar 70%-75% kita bisa gunakan untuk melakuan usaha yang kita inginkan.
6.Jangan lupakan produktifitas karena produktifitas= output/input. kita harus hitung produktifitas untuk meningkatkan bisnis kita agar bisa terus berjalan dan berkembang. kita gunakan pendapatan sebesar 60%-75% dari pendapatan usaha tersebut untuk meningkatkan bisnis kita.
7.Setelah usaha anda berhasi,l anda juga bisa melakukan exspansi atau menjadikan usaha anda menjadi waralaba.
Itulah pedapat saya dalam menjalani usaha. saya hanya bertukar pendapat dengan bapak karena saya juga pelaku bisnis. saya memberikan masukan kepada bapak supaya mahasiswa tidak diajarkan penganggaran tetapi bagaimana membuat peluang baru dan melihat apakah yang dibutuhkan pasar saat ini.
by: christian pasaribu (200721005)
4 | Antonius
20 de May de 2009 17:34
Setelah saya membaca pengalaman pak mulyo yang ada di blog tersebut, saya mendapatkan kesimpulan bagaimana cara menjadi seorang pebisnis yang baik dan benar.
Di sana dijelaskan bagaimana cara mendapatkan penghasilan:
1. Dengan cara bekerja dengan orang lain, atau bisa dikatakan sebagai karyawan.
2. Dengan cara menjadi pekerja lepas, atau bisa dikatakan sebagai boss bagi dirinya sendiri.
3. Dengan cara menjadi pebisnis, atau bisa dikatakan sebagai business owner.
Hasil dari pengamatan saya dari pengalaman pak mulyo, saya bisa menyimpulkan bahwa pak mulyo ingin agar kita menjadi seorang pebisnis yang sukses.
Jika saya menjadi seorang pebisnis saya akan memilih menjadi pebisnis yang bebas finansial seperti yang diajarkan oleh pak mulyo kepada saya. Karena menjadi pebisnis yang bebas finansial akan mendapatkan masa depan yang cerah, seperti pak mulyo sudah mencoba dan membuktikannya.
5 | Slamet Sugiarto
21 de May de 2009 07:07
Salam pak mulyo
Setelah saya membaca blog bapak, sebagai salah seorang mahasiswa yang juga diajar oleh bapak, saya merasakan hal yang sama. Saya berpikir bahwa segala sesuatu apabila kita berusaha dan mempunyai niat yang baik pasti akan bisa. Perjalanan bapak yang merintis usaha mulai dari bawah, menurut saya merupakan suatu hal yang hebat. Jujur, saya sendiri belum dapat menemukan keleluasaan dalam berusaha, saya sering sekali merasa susah untuk menawarkan suatu barang dagangan, dan sebagainya.
Akhir kata saya ingin bertanya, apakah kiat bapak dalam memberanikan diri menawarkan suatu produk kepada orang-orang banyak??
6 | Tony
22 de May de 2009 09:46
Menurut saya artikel yang bapak buat sangat berguna dalam dunia bisnis, apalagi sekarang banyak pengusaha muda yang jatuh bangun karena kurangnya motivasi dari orang yang tepat. Pada saat memulai suatu usaha, kita harus memotivasi diri kita agar jangan pernah menyerah untuk meraih kesuksesan.
7 | Erick Mendrofa
22 de May de 2009 09:52
saya berpikir bahwa dalam hidup ini kita harus memiliki motivasi agar kehidupan yang kita jalani harus mempunyai arah dan tujuan. salah satu penentu arah dan tujuan yaitu motivasi. sebagai contoh, motivasi saya kUliah ialah untuk mendapatkan pekerjaan dan membahagiakan orang tua, juga untuk meningkatkan keuangan keluarga demi masa depan saya.
Semua Orang pasti memiliki motivasi. bapak sebagai seorang dosen memiliki motivasi untuk membantu mahasiswa dan membimbing mahasiswa dalam membuka sebuah usaha. mudah-mudahan apa yang bapak tanamkan selama ini dapat berbuah manis pada saatnya. mudah-mudahan motivasi saya sebagai programer dapat tercapai. Amin
8 | Boxtri
22 de May de 2009 10:07
Menurut pendapat saya, apa yang tertulis diblog pak mulyo sangat menarik.
Disana saya mendapatkan ide-ide tentang bagaimana menjadi pebisnis yang sukses.
sesuai yang ada didalam wacana yang tertulis di blog pak mulyo, saya akan mencoba menjadi pebisnis yang sukses, seperti pak mulyo yang terlebih dulu terjun kearah sana.
jikalau saya mendapatkan kesempatan menjadi seorang pebisnis, saya akan mencoba bisnis yang menguntungkan hidup saya kedepannya.
Semoga apa yang saya dapatkan dari wacana yang ada dalam blog pak mulyo bisa saya terapkan nanti pada saat saya terjun kedunia bisnismen dan semoga saya bisa mengikuti jejak pak mulyo yang telah terjun terlebih dahulu.
9 | Timothy
22 de May de 2009 10:11
setelah saya membaca artikel yang bapak buat, saya sangat setuju karena motivasi itu sangat berguna bagi para wirausahawan.
10 | Panji Sudrajat
29 de May de 2009 22:01
pak mulyo……
perkenalkan nama saya panji sudrajat.
setelah saya membaca tulisan bapak saya setuju bahwa bekerja yang paling aman adalah menjadi pebisnis walaupun tidak bisa dikatakan tidak memiliki kemungkinan untuk merugi.
tulisan bapak mengingatkan saya pada acara seminar di salah satu universitas swasta yang pernah saya hadiri, pada saat itu pembicaranya mengatakan bahwa bila kita berbisnis berbisnislah yang sesuai dengan hobi yang kita miliki sehingga kita akan melakukan hobi yang kita miliki dan biarkan orang lain yang membayarnya.
tulisan maupun kuliah bapak membuat motivasi dan wawasan dalam berbisnis saya bertambah dari mulai bagaimana cara memimpin sebuah bisnis sampai tipe-tipe seorang pekerja.
mungkin bila bapak memiliki waktu saya bisa diperbolehkan untuk berkonsultasi kepada bapak masalah merintis dan menentukan tempat usaha. terima kasih.
11 | Benny Wijaya
3 de June de 2009 11:27
Pak Mulyo, setelah membaca tulisan anda, saya 90% setuju dengan pendapat Bapak. Kita memang tidak mungkin mencapai zona MENJAMIN keamanan financial dengan hanya bermodalkan gaji yang kita terima dari pekerjaan kita. Belum lagi jika kita mengalami potongan – potongan dalam gaji tersebut. Mungkin kita malah tidak dapat mencukupi kehidupan sehari – hari.
Jalan keluar yang baik adalah seperti kata Bapa,k yaitu berbisnis. Dengan begitu, minimal kita dapat mencukupi kehidupan sehari–hari. Namun jika kita tidak berkembang, kita harus lebih dulu mencapai zona MENJAMIN keamanan finansial seperti yang bapak bilang.
Tulisan Bapak sungguh dapat memotivasi orang untuk lebih sukses. Ditambah dengan cerita pengalaman bapak dalam berbisnis saat SMA, menunjukan Bapak dapat berbisnis dengan modal yang minim. Sungguh menarik. Sebenarnya saya pun memiliki minat di dunia bisnis. Terlebih saya adalah warga keturunan Tiong Hoa dimana darah bisnis mengalir dalam diri saya.
Namun seperti yang saya katakan, saya hanya setuju 90% dari tulisan bapak, sedangkan 10% yang kurang setuju adalah tentang gaji pegawai. Memang Bapak tidak mengatakan bahwa menjadi pegawai adalah buruk, namun dalam masa sekarang ini, kita membutuhkan modal yang cukup besar untuk memulai bisnis meskipun hanya bisnis kecil–kecilan.
Walaupun ada bank yang dapat meminjamkan, namun mereka tidak mungkin meminjaman kepada kita jika kita belum memiliki modal awal. Untuk mencari modal awal menurut saya ialah dengan bekerja sebagai pegawai dengan penghasilan tetap setiap bulan. Jika usaha yang kita bangun dengan modal pinjaman dari bank gagal, kita masih memiliki gaji yang dapat kita gunakan untuk membayar cicilan bank.
Sekian komentar saya. Saya sangat mengharapkan tulisan–tulisan motivasi dari Bapak lagi seperti bagaimana cara mencari modal awal yang baik, bagaimana jika ingin usaha bersama agar tidak terjadi konflik, dan lain – lain.
Jika Bapak memiliki alamat dimana saya bisa menemukannya, Bapak dapat meng e-mail alamat tersebut ke e-mail saya: bny.li3@gmail.com.
Sekian dan terima kasih.
12 | Senoaji Agustian
4 de June de 2009 15:51
menurut saya, apa yang bapak tulis di blog ini sangat baik sebagai motivasi untuk para pebisnis, apalagi untuk orang – orang yang baru memulai bisnis. cerita dari pak mulyo dapat dijadikan acuan dan motivasi seseorang dalam berbisnis.
13 | Mira Lestari Kwando
4 de June de 2009 22:45
Assalamualaikum wr.wb…………………..!!!!
Setelah saya membaca tulisan Bapak yang terdiri dari pengalaman berbisnis atau berwirausaha.Saya mengambil banyak pelajaran dan menambah wawasan saya sebagai seorang mahasiswa, Kalau menjadi seorang wirausaha jangan melihat apa yang kita jajakan kepada konsumen tapi lebih kepada motivasi dan kreatifitas kita dalam menjajakan sesuatu.Dan itu semua di awali dengan suatu niat yang kuat dari dakam hati untuk maju dan bisa melakukan sesuatu untuk diri sendiri dan orang lain.
Tulisan Bapak menunjukkan bahwa untuk menjadi wirausaha atau apapun itu mestilah dilandasi dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu. Untuk mendapatkan sesuatu – dalam hal ini income – karena penghasilan digunakan untuk menopang kehidupan sehari-hari bahkan ada sebagian orang yang bervisi penghasilan yang didapatkan mengantarkan mereka pada kebebasan financial, yang seperti ini ialah mereka yang berkecimpung didunia usaha.
Motivasi itu bah magnet yang menarik siapapun dia yang percaya pada kekuatannya. Tergantung bagaimana kita, apakah kita konsisten ataukah tidak karena konsistensi kita menentukan apakah kita memiliki motivasi atau sebaliknya karena motivasi diperlukan untuk mencapai kebutuhan kita. Motivasi yang dimiliki seseorang tersusun secara bertingkat membentuk sebuah piramida kebutuhan. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan paling mendasar, kemudian disusul kebutuhan yang lebih tinggi, yakni kebutuhan rasa aman, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri. Setelah kebutuhan satu terpenuhi akan disusul kebutuhan berikutnya menuju tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.
Pengalaman Bapak telah mengajarkan saya untuk maju sebagai seorang wirausaha atau pembisnis yang tangguh yang mau mencoba dan terus mencoba…untuk mengubah hidup yang lebih baik dengan mencari penghasilan yang lebih baik….!!
Demikian tanggapan Saya….!!!Saya ucapkan banyak terima kasih atas tulisan Bapak dalam hal memotivasi diri kita untuk terus maju dalam berwirausaha.
14 | Valiant Valentino
5 de June de 2009 10:07
bagus pak buat wirausaha…
15 | M. Teguh Hidayat
5 de June de 2009 10:15
menurut saya, hal yang bapak sampaikan / paparkan dalam bacaan di atas mungkin dapat menjadi renungan bagi semua mahasiswa.
dengan diawali “NIAT” semua akan berjalan dengan baik.
semua pengalaman bapak patut ditiru karena memang betul. jika seorang ingin mendapatkan penghasilan maka harus bekerja keras, namun jika kita ingin mendapatkan penghasilan yang lebih banyak, maka kita jangan hanya terpusat pada satu bisnis, karena penghasilan tidak hanya muncul dari satu pusat.
hal yang perlu kita tiru lagi adalah tekad untuk jadi pebisnis sejati. kita tidak boleh menyerah bila ingin mendapatkan sesuatu. untuk para mahasiswa yang ingin menjadi pebisnis sejati seperti bapak Mulyo sebaiknya banyak belajarlah dengan beliau. jika ingin “mencapai keamanan finansial” kita harus dapat lebih peka melihat sektor-sektor bisnis yang lain.
trimakasih untuk pengalaman bapak yang sangat membantu saya untuk menjadi pebisnis…
16 | Rinno Adityo W.
5 de June de 2009 10:26
pak mulyo,
setelah saya membaca artikel yang bapak tulis, saya jadi mengerti bagaimana caranya menjadi wirausaha yang baik dan tidak mudah menyerah. saya memahami bahwa untuk jadi seorang wirausaha atau pebisnis harus berani mencoba dan pantang menyerah. terima kasih pak…….
17 | Raymon Yohanes R.
5 de June de 2009 10:28
Menurut saya, tulisan yang bapak di blog ini sangat baik karena bisa membantu untuk seorang pemula yang sama sekali belum pernah merasakan ketatnya dunia usaha. Ditambah dengan bukti-bukti dan pengalaman bapak yang dituliskan di blog ini, otomatis bisa membuat orang lain termotivasi agar menjadi wirausaha yang sukses.
Semoga semakin banyak yang membaca blog bapak dan semakin banyak pula yang termotivasi dan tertarik untuk menjadi seorang wirausahaan.
Salam Sejahtera
18 | Jhon Viter Marpaung
18 de June de 2009 21:34
Pada suatu saat anda tidak harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan, karena sistem usaha yang anda ciptakan telah bekerja mendapatkan penghasilan. itu adalah statement bapak…
saya sangat terbantu penjabaran bapak dalam blog ini dan saya banyak mendapat arahan yang sangat membantu dalam berwirausaha karena saat ini saya juga sedang berwirausaha. saya coba menerapkan konsep-konsep dalam blog ini untuk berbisnis.
saya berharap dapat mewujudkan seperti yang bapak sharingkan dan semoga melalui blog ini, banyak orang-orang yang ingin berwirausaha dan dapat memajukan taraf kesejahteraannya. …terima kasih pak….
19 | Asih Widiawati
1 de September de 2009 15:56
Salam sejahtera pak mulyo,
Saya sangat takjub dengan tulisan anda, setidaknya makna di dalamnya sempat saya baca di beberapa buku yang lain, namun anda mengemasnya menjadi demikian sederhana dan mudah di pahami, plus anda tambah dengan pengalaman anda sehingga cukup menginspirasi saya.
Sekarang ini saya adalah seorang leader di dalam perusahaan saya yang bergerak di bidang Marketing Agency, Contraktor Department. Saya bertindak selaku penanggung jawab day to day di sana, dan hal-hal yang selau saya upayakan adalah:
1. Bagaimana membentuk image yang bagus atas perusahaan saya terutama divisi saya, sehingga team saya bisa mencapai prestasi yang bagus dalam penjualan, serta membentuk brand image kepada pasar
2. Membentuk team saya senantisa solid dalam kondisi-kondisi yang sedang tidak terlalu menguntungkan terutama kondisi di masa krisis seperti sekarang.
3. Memotivasi diri dan team dalam rangka peningkatan produktifitas dalam pekerjaan
4. Berbisnis berdasarkan nilai-nilai spritual, karena bagi saya spritual tidak selalu dalam bentuk ritual keagamaan. Saling berbagi dan bekerja dengan baik adalah bentuk dari spritual itu sendiri. Inilah yang sedang saya tanamkan kepada team saya
5. Setelah semua berhasil saya setting, saya berharap bisa fokus ke bisnis yang lain seperti bisnis financial yang baru saja saya mulai. Saya sudah menunjuk 2 orang untuk 2 divisi itu yang bisa memberikan laporan kepada saya setiap hari, sedangkan di sisi lain saya bisa terus membangun jaringan dengan relasi saya.
Sebenarnya masih banyak hal lain yang mau saya sampaikan tapi untuk sekarang ini hal di atas itulah yang sedang menjadi perhatian saya. Mungkin suatu ketika saya ingin mendengarkan ilmu-ilmu baru versi bapak yang bisa saya serap dan berguna untuk kita semua. Salam
20 | Melba Newton
17 de June de 2010 02:48
Hello, I think this is the coollest wordpress powered blog I`ve seen. I really like your theme
21 | Jessica Cooper
12 de July de 2010 14:34
You made some good points there. I did a search on the topic and found most people will agree with your opinion.
22 | Vivian Nichols
12 de July de 2010 14:53
Thanks for the informative post. It helped me a lot. May the Force be with you.
23 | Tara Shelton
12 de July de 2010 15:18
Easily, the post is actually the best on this deserving topic. I fit in with your conclusions and will eagerly look forward to your upcoming updates.
24 | Whitney Ball
12 de July de 2010 15:47
Pretty insightful post. Never thought that it was this simple after all. I had spent a good deal of my time looking for someone to explain this subject clearly and you’re the only one that ever did that. Kudos to you! Keep it up
25 | effective automated forex trading
10 de December de 2010 08:33
Awesome posting. Benar-benar menikmati membaca posting blog Anda.
26 | seo tools
17 de December de 2010 07:24
Jelas ada banyak tahu tentang hal ini. Saya pikir Anda membuat beberapa poin baik di Fitur juga. Tetap bekerja, pekerjaan yang besar!
27 | psycholog
9 de January de 2011 02:39
It’s hard to find knowledgeable people on this topic, but you sound like you know what you’re talking about! Thanks
28 | seksuolog warszawa
9 de January de 2011 05:28
I was very pleased to find this web-site.I wanted to thanks for your time for this wonderful read!! I definitely enjoying every little bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff you blog post.
29 | dentysta
11 de January de 2011 05:27
WONDERFUL Post.thanks for share..more wait .. …
30 | biura rachunkowe
11 de January de 2011 18:01
very nice post, i certainly love this website, keep on it.
31 | powiększanie ust białystok
17 de January de 2011 07:02
The important thing is that your website is great.
32 | Przeprowadzki Warszawa
17 de January de 2011 20:09
That is a brilliant idea!
33 | Przeprowadzki Warszawa
17 de January de 2011 21:36
Great job! nice articles!! congratulations from me!!
34 | get free forex signals now
23 de January de 2011 20:01
Apa yang anda posting bagus. Saya sangat suka membaca jenis atau artikel. Aku bisa? T menunggu untuk melihat apa yang orang lain katakan..
35 | Grab your nyata sinyal forex gratis
2 de February de 2011 17:59
Anda menyelesaikan beberapa poin di sana. Saya melakukan pencarian dengan tema dan menemukan sebagian besar orang akan memiliki pendapat yang sama dengan blog Anda..
36 | Viking service los angeles
8 de March de 2011 18:10
Hai, saya menemukan blog Anda melalui Google ketika mencari pertolongan pertama untuk serangan jantung dan posting Anda terlihat sangat menarik bagi saya.